Dalam beberapa hari ini, saya aktif mempelajari fenomena lelang barang di Instagram. Aktif mempelajari berarti mencek akun, postingan akun dan ikut serta melakukan bid terhadap produk lelang.

Produk lelang yang ditawarkan kebanyakan adalah consumer good yang menurut wiki adalah barang atau produk akhir yang langsung dikonsumsi oleh pengguna akhir dan bukan dipergunakan untuk produksi barang lain. Pengguna akhir produk yaitu termasuk konsumen, investor, pemerintah, dan eksportir.

Barangnya seperti tas, dompet, sepatu, elektronik, perhiasan, dan barang used atau bahasa kerennya preloved.

Yang menjadi poinnya menurut saya (menurut asumsi saya) adalah, disebagian akun lelang, frasa lelang ini hanya sebagai samaran, tujuan mereka adalah murni jualan. Seperti yang kita tahu, metode jualan ada yang di toko offline, ada yang di toko online, nah yang ditoko online bisa via marketplace atau web pribadi dll, sedangkan jualan dengan format lelang ini hanyalah metode dan trik agar produk cepat keluar minimal 1 item (dr beberapa jenis) sehari

Untuk lebih terpapar dengan detail saya akan membagi pembahasan fenomena lelang ini dalam beberapa sub ya, ok kita mulai

Akun Instagram pelaku lelang barang di Instagram

Saya memfolow beberapa akun Instagram yang melakukan lelang di beranda mereka. Dalam memilih akun pun saya tidak sembarangan, umur akun saya jadikan pertimbangan nomer 1, kemudian jumlah follower, lalu jumlah postingan dan testimonial

Umur akun sangat variatif, ada yang sejak 2014, 2015, hingga 2019. jumlah followernya sudah diangka puluhan ribu, mulai dari 20K hingga 150K-an. jumlah postingan mulai dari 800-an hingga 4000-an postingan, dan saya cek hingga awal postingan (scroll down), memang diawali dengan postingan lelang, masalah apakah postingan lama yang tidak berhubungan dengan lelang telah dihapus, itu masalah lain. Saya hanya meyakinkan diri, bahwa akun tersebut memang hanya digunakan untuk lelang, tidak untuk yang lain.

lelang barang di instagram
lelang barang di instagram

Jumlah follower ada beberapa yang saya cek memakai tools, apakah real atau fake ? Sesuai dengan feeling saya, hampir sebagian dari follower mereka adalah fake. Tetapi tidak semua akun lelang ya, hanya sebagian akun saja. Untuk yahap ini masih aman, karena kita mencari kejujuran transaksi dalam lelang bukan kejujuran dalam jumlah follower 😛 , kalo jumlah follower yang dijadikan clue, mungkin ini lebih berhubungan dengan masalah endorse produk atau layanan paid promote. Siapa yang mau di promosikan barangnya dengan follower fake kan ?

Untuk sebagian akun malah ada yang digaransi oleh selebgram dengan cara meletakkan akun selebgram tersebut di bio. Ada juga dengan cara meletakkan video selebgram atau temannya si akun lelang atau apapun itu di stories highlight dan untuk yang ini saya tidak sepenuhnya percaya, kenapa ? Apakah kita kenal dengan selebgram tersebut ? apakah kita kenal dengan temannya tersebut ? Bisa saja bikin video trus dibayar, whos know ? Semua kemungkinan bisa saja. Kehati2an lebih penting kayaknya

lelang barang di instagram

Detail barang yang dilelang

Barang yang dijual adalah barang consumer good yang umum, seperti kacamata, jaket, hoodie, sepatu, handphone, bahkan fine gold antam hingga gitar dan vespa.

Dalam memperhatikan barang lelangan inilah kuncinya. Kita harus berhati2 dan melakukan crosscheck berkali kali. Kadang ada deskripsi produk yang cetar membahana, namun sebenarnya produk itu biasa saja, Di marketplace banyak yang jual dan murahhhh.

Kadang, alam bawah sadar kita tertipu dengan frasa lelang, dan kemasan caption serta pelengkap foto produk. Sangar sering saya temukan, produk di pelelangan di Instagram, banyak tersedia di marketplace Indonesia, dan harganya sangat beragam. Justru di lelang Instagram harga awal bid nya sudah melebihi dari harga jual di marketplace. ironis kan ? 😛

Dari segi deksripsi / caption

Caption berisikan informasi lelasng, seperti atas nama rekening yang resmi, kemudian deskripsi produk, nominal lelang, kelipatan bid dan peraturan lelang.

Harga yang dicantumkan untuk awal bid bervariasi, ada yang mulai 0, ada yang 75ribu, ada yang 100rb dll. Jika produk tersebut premium atau memang produk mahal, maka biasanya startingnya besar juga, bisa 500rb, kadang 1 juta, kadang 2 dan seterusnya.

Dan biasanya starting awal yang besar ini adalah kesepakatan antara pembuat lelang dan pemilik barang, karena ada barang2 yang memang titipan dari orang lain yang kepingin cepat laku, maka dibuatlah sistem lelang. Sehingga angka minimal yang disepakati, menjadi harga awal bid.

Tidak jarang harga BUY NOW (yaitu harga yang disepakati jika ada peserta lelang yang berminat dgn barang tersebut ttp tidak ingin dilelang, ia langsung ingin membeli secara tunai barang tersebut) tidak masuk akal. Contoh ada produk tas yang dilengkapi dengan caption keren, namun setelah saya cek silang dengan tools image + browsing MP, hargaya jauh dibawah itu.

Harga BUY NOW lelangnya 700.000, sedangkan harga di MP hanya 115.000. Artinya disini pembuat lelang memainkan psikologi kita dengan mencantumkan harga fantastis, diiringi dengan pic yang keren.

lelang barang di instagram
harga awal bid sudah untung 4 rb jika dibandingkan harga dibawah
lelang barang di instagram
harga di marketplace

Masalah itu original atau authentic bisa saja terjadi, dan saya percaya, disebagian produk memang ada yang original keaslinya, misal produk jewelrry SVAROSKI, yang dalam penjualannya di selipkan tag hologram dan bisa dicek di web resmi. Cuman dalam beberapa kasus saya juga banyak menemukan produk dengan harga umum di marketplace.

lelang barang di instagram
harga buy now yang berlipar lipat
harga asli jam CURREN di MP

Khusus untuk pic jam diatas, sebagai informasi aja, jam tangan merk CURREN ini adalah produk china yang expansi pasar ke Indonesia, sama levelnya dengan SKMEI, LIGE dll. SKMEI hanya menang di waktu lebih dulu masuk Indonesia, sedangkan CURREN, baru sekitar 1 tahun ini. Dan harga CURREN di pasaran, tidak ada yang mencapai angka 600rb rupiah. Paling mahal yang pernah saya temui adalah 415rb.

Itulah, psikologi kadang dimainkan, apalagi kalo melihat merk luar negri, atau merk ngga umum, pasti disangka mahal. Ssama kasusnya dengan jam Daniel Welington, sama persis seperti CURREN ini.

Menurut saya ini sah sah aja dan boleh kog, namanya pedagang tentu biasanya menawarkan harga lebih mahal dulu kan. Apalagi kalo sang penawar tidak paham harga dan tidak tahu barang. Jadi pintar2 kita sebagai pembeli untuk menganalisanya.

Menurut saya ini sah sah aja dan boleh kog, namanya pedagang tentu biasanya menawarkan harga lebih mahal dulu kan

Kembali lagi ke masalah kepemilikan produk, banyak kog, yang produk lelang tersebut memang kepunyaan sang pembuat lelang, sehingga mereka order sendiri atau ambil sendiri barangnya. Kalo menurut saya, yang terakhir ini yang banyak dipakai, atau mereka memang pelaku online shop yang memiliki toko online, bisa di marketplace, atau media sosial, dan nanti akan ketemu jawabannya di sub bahasan photo produk 😛

lelang barang di instagram
cek harga Buy Now nya
lelang barang di instagram

Dari segi photo produk

Dari sisi poto produk, para akun lelang ini menurut saya cukup pintar. Mereka jarang mencomot produk lelang dari google, atau dari marketplace Indonesia. Mereka kadang mencomot dari luar negri. Agar susah di telusuri detailnya. Masalah ini tidak berlaku untuk barang titipan ya, kalo ada orang menitip lelang, biasanya foto produknya langsung dari si pemilik barang.

Untuk barang wanita seperti sling bag, dompet kadang mereka meletakkan photo produk bersanding dengan packaging tambahan, misal paperbag, box, warranty card, nota pembelian, pouch dll yang ada logo atau inisial dari produk tersebut.

Lagi lagi ini adalah permainan psikologi, bahwa seakan2 produk itu original authentic 10000%, apalagi kalo sang bidder atau pembelinya agak agak kalap :P. Bisa2 main bid aja tuh.

Apakah meyakinkan, jika ada hal hal yang disebutkan diatas, maka produk itu menjadi original ? Apakah ada garansi ? hayooo ….

Saya yakin, menurutmu poto dibawah ini pasti original

lelang barang di instagram
perhatikan tanda panah

atau poto yang ini …

lelang barang di instagram

Kalo dengan pic diatas yang lengkap dengan nota paperbag dan bla bla dibilang authentic/asli, apa bedanya dengan dibawah ini ?

lelang barang di instagram

“Mas, mungkin itu maksudnya adalah authentic bahwa itu produk dompet, bukan authentic keaslian merk dan nama besarnya”

Come on man….. itu bahasa ngeles aja, dalam dunia jual beli produk, kata authentic itu sangat nelekat dengan keaslian dan keoriginalan suatu merk produk. Authentic disini artinya bukan kw, bukan grade A, bukan KW super duper grade A++, atau KW skala 1:1, tapi memang authentic keaslian dan keorisinalannya patent dari merk dan brand tersebut. Intinya otentik disini produk itu real asli secara brand, bukan aspal atau palsu.

Dan sekali lagi, menurut saya ini sah sah aja dalam dunia dagang KALAU sang pedagang tidak paham dengan produk, kalo sudah tahu tapi masih digunakan juga frasa itu ya …. anu ……

Disini saya tidak menjudge bahwa pelelang online di Instagram itu penipu, tidak sama sekali. Saya hanya membantu pikir, bagaimana selayaknya kita berhati hati atau pintar melakukan analisa sebelum melakukan bid, atau ikut serta dalam lelang itu. Masalah penipu akan dibahas pada sub bahasan dibawah.

Cara mereka melelang (baca: berdagang) malah menjadi ciri khas sendiri. Selama produk yang anda bid memang dikirim dan anda menerima, maka transaksi selesai dan aman.

Masalah anda kemudian menemukan bahwa produk tsb tidak ori ATAU barang tersebut ternyata banyak dan murah di marketplace, itu SALAH ANDA SENDIRI 😛

Selama produk yang anda bid memang dikirim mereka dan anda menerimanya, maka transaksi selesai dan aman.

Pintu masuk para penipu

Nah, jika kita mengikuti lelang, maka kita wajib aka harus memfollow akun lelang tersebut, saya pikir ini masalah biasa saja, ternyata ada kegunaannya.

Disaat kita menang suatu produk, maka kita akan di DM langsung oleh akun lelang tersebut untuk memverifikasi alamat dan harga, buat penentuan ongkir. Nah disaat itulah ada DM masuk dalam bentuk request DM. Paham kan bedanya ?

Kalo kita sdh memfollow suatu akun, maka jika akun tersebut melakukan DM, maka notif di hape atau laptop kita adalah notif DM yang langsung ke message utama. Sedangkan akun lain yang tidak kita follow, maka DM mereka ke kita akan masuk berupa request, kita yg menentukan untuk menerima atau tidak.

Banyak penipu diluaran sana, yang memantau akun akun lelang, dan melakukan DM kepada akun akun IG yang menang lelang. Saya pun pernah di request DM beberapa kali. Cuman karena saya kebetulan curiga, maka DM request itu saya cek dulu.

Kasus yang sering terjadi adalah mereka meniru akun lelang asli dari lelang yang kita ikuti, maka penipu tadi akan menggunakan akun dengan nama yang mirip mirip, dan pic profile hingga bio yang sama, jika kita tidak fokus, kena deh.

Misal, nama akun lelang aslinya adalah reviewauction, mereka yang req DM akan membuat akun reviiewauction, atau reviewauctions, atau revievvauction, atau review.auction


Coba geser cursor ditengah gambar di bawah ini untuk melihat bedanya

Sebelah kiri akun asli, kanan calon penipu

Sebelah kiri akun asli, kanan calon penipu

Untuk itulah para akun lelang di Instaram, banyak sekali memberikan informasi ntah itu dalam bentuk stories, atau post, atau komen, seperti “norek resmi hanya menggunakan bank xxx dan atas nama xxxxx, selain itu penipu ” karena seringnya kasus penipuan yang terjadi dengan metode ini. Dan bisa dipastikan pihak lelang yang resmi tidak akan bertanggung jawab. Karena informasi dari mereka sudah cukup jelas. Jadi pastikan, jika anda mengikuti suatu lelang di Instagram, baca dulu rule mereka dan cek norek serta atas nama rekeningnya.

Detil kasus yang terjadi

Ada 1 kasus yang terjadi dengan saya pribadi. Misalkan saat itu kondisi saya gembira ria karena menang lelang, mungkin ala; sehat saya tidak bekerja dengan baik.

Disuatu lelang, yang kebetulan saya dalam posisi observasi juga dalam masalah lelang instagram ini, saya menang 3 produk sekaligus, yaitu :

  • PS 5 ex used di harga bid 800.000
  • Fine gold antam 5 gr diharga bid 400.000 ; dan
  • Fine gold Antam 50gr diharga bid 1.250.000

Lha bagaimana ngga senang? Coba dihitung diatas kertas :

  • PS 5 harga asli adalah 10 juta – 13 juta tergantung fitur, sekennya anggapa aja 8 – 11juta deh
  • Antam 5 gr aja udah 4.500.000-an
  • Antam 50 gr sekitar 44.500.000

Jadi saya total hanya keluar 2.250.000 bisa dapat 3 item diatas.

lelang barang instagram
lelang barang instagram
lelang barang instagram
lelang barang instagram

Diawalnya saya memaksakan diri percaya dengan akun tersebut, karena

  • follower puluhan ribu, walalupun setelah dicek, yang fake banyak banget.
  • Banyak testi di stories
  • Banyak mengendorse selebgram (asli atau palsu) dan teman teman sultannya untuk mempromokan akun lelangnya (di stories)
  • Banyak bukti transfer untuk transaksi hasil lelang
  • Postingan hampir mencapai seribu
  • Bentuk caption dan sebagian produk sama dengan akun lelang yang lain ( ngga ada yang aneh)
  • Dan akun lama, setelah dicek, akun tahun 2015

Secara poin, akun ini udah layak dan jujur menurut saya awalnya, dan mulailah saya ngebid yang awalnya iseng saja. Setelah malam melebihi jam 21, ada notif DM, eh ternyata pemberitahuan dr akun tsb bahwa saya menang lelang 3 item.

Nah, karena ngga mengharap menang, tetapi ternyata menang, saya mulai hilang akal sehat donk, akhirnya berikan alamat lengkap untuk di cek ongkirnya. Dalam beberapa saat, nih otak booting, refresh lagi, dan secara refleks saya ajak untuk lanjut transaksi via tokped. Oh ya perlu saya jelaskan, banyak akun lelang yang bersedia lanjut transaksi via tokped, dan ini sangat membantu bagi [ara bidder, supaya duit dan produk mereka aman, tidak ada tipu menipu.

Tapi banyak juga akun lelang yang ngga mau tokped, dengan alasan ribet, tapi mereka verified jujurnya, terus terang saya ada menang lelang 3x dan semua barang saya terima dengan baik sesuai dengan deskripsi, tapi ngga perlu tahu lah, barang apa itu, pokoknya saya menggunakan ilmu yang saya paham untuk saling cross check untuk menetukan barang itu ori apa ngga, dan akhirnya dapt barang bagus dengan harga yang BAGUS. Dan 3 lelang ini juga dalam rangka observasi. Gile kan, observasi pake modal wkwkwkwkw

Kemudian masalah tokped tadi di jawab tidak bisa, dengan alasan, kalo ragu bisa bayar separo dan sisanya nanti sama kurir/COD. artinya saya bayar 1.225.000 + ongkir dan sisanya 1.225.000 saat barang saya terima.

lelang barang instagram
penolakan transaksi via tokped

Nah, saya yakin dia husnudzon dengan saya, karena dianggapnya saya orang yang paham COD, yaitu bayar dulu barangnya baru barang bisa terima dan dibuka, ngga kayak emak emak yang goblok goblok kemarin hahahaha. Nah justru disini kehati2an saya muncul berkali kali lipat.

lelang barang instagram

Barang yang dikirim, nilai aslinya lebih dari 50 juta, walopun nilai lelangnya hanya 2.250.000, tetapi dia percaya dan mau separuh harga. Artinya, niat buruknya sudah kebaca, asli mau nilep nih orang. Karena maunya hanya COD, ngga mau hold di rek tokped seperti umumnya.

lelang barang instagram

Akhirnya saya minta waktu 1×24 jam, karena tiap akun lelang memberi waktu 1×24 jam untuk mentransfer uang kemenangan lelang, jika tidak, atau tidak jadi meneruskan transaksi, maka di anggap BID n RUN, dan biasanya mereka akan ekspose akun kita di stories dan di blok.

Nah saya perlu waktu 1×24 jam adalah untuk memikirkan sistem gimana supaya transaksi ini terjadi, karena saya bukan seorang bid n run dan tetap akan bertanggung jawab dengan bid saya, disisi lain, saya mencoba menganalisa akun tersebut, sejauh mana real atau keaslian dan kejujurannya. Kalo hasil analisa saya bagus bagus aja, mungkin besoknya saya transfer tuh barang

Otomatis saya ke dapur dulu dong sebelumnya, kenapa ? ya karena saya harus bikin kopi, ambil camilan, trus sebungkus rokok, karena ini akan memakan waktu

Saya telusuri stories transfernya, ternyata dulu dulu dia tidak memakai norek yang saat ini dipakai, akhirnya saya cek ke cekrekening.id, ketemulah sedikit info, seperti gambar dibawah ini

lelang barang instagram

Setelah saya konfirm di DM, dijelaskannya bahwa itu adalah kesalahpahaman, karena barang terlambat dikirm, padahal kasusnya udah selesai, dan barang sudah diterima para pemenang.

Hmm… apakah saya percaya gitu aja ? Oh tidak donk, secara logika aja, kalo barang sudah diterima, seharusnya dia menyuruh para pelapor untuk menarik laporan di cekrekenig.id donk, dengan kata lain pembersihan nama baik, dan tidak ada penipuan, karena sudah clear.

Kemudian, saya cek kembali di web yang sama, untuk no rekening yang dipakai saat ini, dan voilaaa

lelang barang instagram
Ada 1 laporan untuk no rek yang baru

Akhirnya bertambah sedikit keyakinan kalo ini mau main main. Kemudian saya melakukan analisa stories transfer. Saya fokuskan pada nominal besar yang direct tarnsfer. Ketemu 1 skrinshut transfer sebesar 7juta sekian dengan tanggal transfer yang terlihat dengan jelas.

Saya langsung mencek postingan lelang si akun ini, dan mencari produk berdadarkan tanggal lelang yang ada pemenang lelang dengan angka sebesar di skrinshut. Dan tuh akun sudah ta bolak balik geser kiri geser kanan, ngga ketemu adanya pemenang produk lelang dengan angka di range segitu alias, nihil.

Dan suatu ketika, di salah satu postingan lelang, ketemu lah komen salah satu follower yang menyebutkan bahwa akun ini penipu, produk lelangnya ngga dikirim hingga saat ini dan sudah membuat laporan ke polisi

lelang barang di instagram

Ya udah deh, closing, saya ngga meneruskan analisa lagi, bukti yang ada sudah cukup kuat, kalo akun ini mau nipu. Dan saya pun berlanjut komunikasi dengan follower diatas via DM, untuk mengetahui modus dan detail lainnya

Kesimpulan

Benang merah yang coba saya bikin disini adalah, lelang produk di Instagram itu variatif, hampir sama dengan duani nyata, banyak bermacam jenis penjual atau pedagang. Ada yang jujur, ada yang lebay, ada yang nipu dll Sama juga dengan online shop2 yang banyak bertebaran di Instagram, pembeli pesan sepatu, eh dikirim batu. Intinya sama saja menurut saya, gunakan kepintaran dan pengalaman kita dalam membeli barang

Lelang di Instagram itu banyak yang jujur dan terpercaya dan ada juga yang nakal, gunakan akal sehat dan rem nafsu adalah koentji

Dan untuk masalah caption produk, saya tidak terlalu mengambil pusing, penjual atau pelaku lelang sebebas mungkin mendeksripsikan keunggulan produk lelang mereka. Hasil akhir adalah berpulang kepada kita pribadi. Apakah kita gelap mata? Apakah kita bisa ngerem nafsu ?

Trik saya untuk teman teman yang ingin ikutan lelang di Instagram, karena banyak sekali kog akun lelang yang jujur dan terbukti, tidak semuanya buruk

  • Cek produk, tersebut diperlukan atau tidak
  • Cek harga Buy Now nya dan nama produk serta pic nya
  • Lakukan cross cek silang ke marketplace
  • Cari pic yang mirip semiripnya dengan produk lelang
  • Pasang batasan bid, jadi teman teman ada rem kalo nilai bid peserta lain sudah tinggi
  • Jika tetap ingin mengikuti lelang disaat angka sudah tinggi, periksa kembali hati, produk tsb diperlukan atau tidak
  • Jangan lupa memfollow akun lelang tsb, sehingga jika teman2 menag lelang, ada yang kirim req DM dengan akun yang mirip, bisa lgs terdeteksi
  • Abaikan semua trik diatas, jika teman adalah seorang SULTAN

Demikian teman teman, sedikit cerita dan ulasan saya, semoga bisa diambil pelajaran dan hikmahnya