Sebenarnya, next smartwatch yang saya sasar untuk di review ada beberapa pilihan. Namun kayaknya saya lebih kepincut kepada produk new comer dari Xiaomi yang digadangkan menjadi kuda hitam. Yaitu Xiaomi Haylou Solar LS 05

Produk Haylou untuk type smartwatch ini ada 2 varian yaitu LS01 berbentuk kotak dengan harga lebih terjangkau dan LS05 berbentuk bundar dengan harga sedikti diatas LS01

Kenapa saya meilih LS05 ? Karena secara pribadi saya menyukai jam dengan bentuk bundar. Dan smartwatch saya sebelumnya juga berbentuk bundar kan ? yaitu DT No 1 DT 78 yang reviewnya bisa dilihat di link dibawah ini.

Impresi Awal Haylou Solar

Akhirnya saya memutuskan untuk membeli Haylou Solar ini di Bukalapak seharga Rp 469.000 (harga termurah setelah melalui filtering). Pengiriman hanya memerlukan waktu 2 hari untuk tiba di alamat saya.

Paket datang dalam kondisi segel wrap, 1 hal yang tidak saya temui di beberapa smartwatch sebelumnya. Kemasan box berwarna putih minimalis dengan aksen biru laut.

Didalam box luar putih, masih ada lagi 1 box dalam berwarna hitam pekat, khas box smartwatch. Isi nya minimalis seperti pada umumnya yaitu :

  • 1 unit smartwatch
  • 1 unit strap
  • 1 kabel charge magnetik
  • 1 manual

Spesifikasi Haylou Solar

Berdasarkan manual dan spek di gsmarena, spek smartwatch ini cukup baik :

  • Body: 45.3 x 11.4, 54g, 22mm. standard strap; IP68; Metal frame, metal button, plastic back
  • Display: 1.28″ LCD, 240 x 240 pixels (no AOD watchface)
  • OS: Proprietary; Support for Android 4.4 and above, iOS 8.0 and above
  • Battery: 340mAh (30 days typical use, around 15 days with heart rate monitoring)
  • Connectivity: Bluetooth 5.0 + BLE
  • Misc: Ultra-low dynamic optical heart rate sensor, accelerometer

Body

Body cukup simple namun terlihat elegan, khas dari produk Xiaomi. Strap menggunakan ukuran 22mm, setelah saya coba mengganti dengan strap accesories kepunyaan DT78 agak kesusahan, karena ternyata area buckle batang besinya agak melengkung mengikuti bodi haylou, sedangkan strap DT78 bucklenya lurus. Cukup memerlukan waktu untuk memasangnya dengan baik.

Terapi dibeberapa review di Youtube, rata rata mengatakan bahwa strap after market tidak bisa dipasang di Haylou, kecuali menggunakan strap yang memang didesign untuk Haylou Solar. “Usahamu kurang maksimal mameeennn……… 😛 “

Body terbuat dari metal yang saya kurang tau jenisnya, yang jelas terlihat kokoh. sedangkan body belakang untuk sensor dan tembaga charger, terbuat dari plastik solid. Di promosikan bahwa jam ini sudah sertifikat IP68, artinya tidak sekedar terkena cipratan air atau terkena hujan saja, anda bahkan bisa membawanya untuk berenang.

Display

Display smartwatch ini mempunyai area 1.28″ lebih kecil dibandingkan Zeblaze Vive 3 dan DT78 yang sebesar 1.3″. Kerapatan pixel cukup tajam di 240×240, bahkan di mata saya, display Haylou ini lebih rapat dan keren dibandingkan DT78. Warnanya cerah, elemen teks dan UInya sangat tajam.

Ada empat tingkat kecerahan yang bisa kita atur secara manual karena tidak ada sensor untuk atur cahaya secara otomatis.

Batere dan Bluetooth

Dengan kapasitas sebesar 340mAh, smartwatch ini mampu bertahan selama 30 hari idle tanpa koneksi dengan apps, dan 15 secara standby, artinya smartwatch selalu konek dengan apps di smartphone kita dengan bluetooth. Dan hal ini lah yang membuat saya kepincut dengan smartwatch ini. Bayangkan deh, jika anda memakai smartwatch yang per 5 atau 7 hari kudu nge-charge ulang 😛

Oh ya, koneksi dengan apps cukup cepat, setelah saya memasang appnya yaitu Haylou Fit, lakukan sinkronisasi dan voila….pairing keduanya cukup smooth kog.

Sensor PPG atau Photoplethysmogram nya dapat melakakukan deteksi nadi dengan baik, malah menurut saya, kemampuannya setara dengan Xiaomi Mi Band 4, Amazfit GTR dan Samsung Galaxy Watch.

Oh ya pasti banyak yang bertanya apa beda PPG dan ECG ? karena seperti yang kita tau, beberapa smartwatch juga banyak yang menggunakan sensor ECG

Kalo ECG, (elektrokardiografi) akan mengukur potensi yang dihasilkan oleh sinyal listrik yang mengontrol besarnya ekspansi dan kontraksi dari jantung. Sedangkan PPG, (photoplethysmography) menggunakan teknologi berbasis cahaya untuk merasakan laju aliran darah yg dikendalikan oleh adanya pemompaan jantung.

Pertanyaanya, mana yang lebih akurat ?

Dengan ECG, Heart Rate dapat diukur secara akurat. Nah, Herat Rate juga dapat diukur dengan PPG, namun hanya cocok untuk pengukuran secara rata-rata.

Kembali ke Haylou Solar, jam ini dapat memonitor aktifitas olahraga kita sebanyak 12 jenis. Bentuk monitor itu sendiri mencakup durasi, kalori, dan monitor detak jantung.

Notifikasi apps dan call pun disematkan di jam ini. Banyak apps yang bisa dintegrasikan dan kita bisa menambahkan beberapa apps yang lain secara mandiri.

Secara fakta, notifikasi pada Haylou Solar ini masih di atas rata-rata, tetapi bisa dibilang sedikit agak kurang konsisten. Kenapa ? Sebenatnya notifnya muncul dengan baik dan cepat. Cuman ikonnya terkadang hilang sendiri di aplikasi tertentu, seperti Viber hanya memunculkan icon”null” sebagai notifikasi.

Prakiraan cuaca dan suhu lokasi juga cukup akurat menurut saya, tetapi icon ini tidak muncul disemua watchface ya, hanya di beberapa saja.

Demikian ulasan dan review singkat saya mengenai smartwatch Haylou Solar ini. Jika ditanyakan, apakah layak untuk dibeli ?, saya jawab SANGAT LAYAK.

Disamping fitur yang bagus, finishing body yang rapi dan clean, nama besar Xiaomi pun perlu kita pertimbangkan untuk meminang produk ini

Xiaomi Haylou Solar LS05

Rp 500.000
8.1

Kualitas Body

8.5/10

Bahan Strap

8.2/10

Fitur Smartwatch

7.5/10

KELEBIHAN

  • Build Quality
  • Fitur
  • Daya Tahan Batere

KEKURANGAN

  • Sensor PPG