Sejarah Como 1907 menjadi salah satu kisah menarik dalam perkembangan sepak bola Italia modern. Klub yang berasal dari Kota Como, kawasan Lombardy di Italia utara, ini pernah mengalami kesulitan finansial, kebangkrutan, hingga harus memulai kembali perjalanan kompetisinya dari kasta bawah sepak bola Italia.
Namun, perjalanan tersebut berubah setelah klub diambil alih oleh SENT Entertainment pada 4 April 2019. Perusahaan yang berbasis di Inggris itu dimiliki oleh pengusaha Indonesia, Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono, yang dikenal sebagai pemilik kelompok usaha Djarum.
Di bawah kepemilikan baru, Como 1907 tidak hanya berusaha memperbaiki kondisi keuangan. Klub juga membangun struktur organisasi, meningkatkan fasilitas, memperkuat akademi, dan menyusun strategi pengembangan tim jangka panjang.
Hasilnya mulai terlihat melalui promosi bertahap dari Serie D menuju Serie A. Pencapaian tersebut kemudian menjadi fondasi bagi ambisi yang lebih besar, yakni bersaing di kompetisi elite Eropa.
Awal Berdirinya Como 1907 dan Perjalanan Panjang di Italia
Como Football Club didirikan pada Mei 1907. Sejak awal, klub ini menjadi bagian dari perkembangan sepak bola di Kota Como, sebuah kota yang dikenal dengan keindahan Danau Como dan lokasinya yang dekat dengan perbatasan Swiss.
Dalam perjalanan sejarahnya, Como beberapa kali berhasil tampil di kompetisi tertinggi sepak bola Italia. Akan tetapi, klub ini tidak memiliki stabilitas seperti Juventus, AC Milan, atau Inter Milan yang secara konsisten bersaing di level teratas.
Masalah keuangan menjadi salah satu tantangan terbesar. Como mengalami periode sulit yang berujung pada kebangkrutan dan perubahan kepemilikan.
Pada 2017, setelah mengalami persoalan finansial, klub kembali menghadapi kebangkrutan. Como harus memulai kompetisi musim 2017/2018 dari Serie D, kasta keempat sepak bola Italia.
Situasi tersebut membuat masa depan klub berada dalam ketidakpastian. Meski demikian, Como masih memiliki kesempatan untuk membangun kembali identitasnya melalui pengelolaan yang lebih stabil.
Akuisisi Como 1907 oleh Keluarga Hartono pada 2019
Titik penting dalam sejarah Como 1907 terjadi pada 4 April 2019, ketika SENT Entertainment mengambil alih klub.
SENT Entertainment merupakan perusahaan media dan hiburan berbasis Inggris yang dimiliki oleh Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono. Keduanya merupakan pengusaha Indonesia yang memiliki kepentingan bisnis di berbagai sektor, termasuk perbankan, rokok, elektronik, dan properti.
Akuisisi Como menjadi langkah keluarga Hartono memasuki industri sepak bola Eropa. Namun, investasi ini tidak sekadar berkaitan dengan kepemilikan klub atau popularitas olahraga.

Sepak bola profesional memiliki ekosistem bisnis yang luas, mulai dari hak siar, sponsor, penjualan tiket, merchandise, pengembangan pemain, hingga nilai komersial sebuah klub.
Dengan pengelolaan yang tepat, klub yang memiliki sejarah panjang tetapi sedang terpuruk dapat dikembangkan menjadi aset olahraga dan bisnis dalam jangka panjang.
Bagi Como, perubahan kepemilikan memberikan peluang untuk membangun fondasi baru. Prioritasnya adalah menciptakan stabilitas finansial, memperkuat struktur manajemen, mengembangkan infrastruktur, dan membentuk tim yang mampu bersaing secara bertahap.
Langkah tersebut menjadi awal perjalanan panjang Como dari Serie D menuju panggung sepak bola Eropa.
>>> Sejarah Billing Lumba Lumba: Siapa Pembuatnya ?
Strategi Keluarga Hartono dalam Membangun Como 1907
Keberhasilan Como tidak dapat dijelaskan hanya melalui pergantian pemilik. Transformasi klub membutuhkan kombinasi investasi, manajemen profesional, perekrutan pemain, dan perencanaan olahraga yang berkelanjutan.
Membangun Stabilitas Keuangan dan Organisasi
Setelah akuisisi, Como mulai membangun struktur perusahaan yang lebih profesional. Pengelolaan klub tidak hanya berorientasi pada hasil pertandingan, tetapi juga pada keberlanjutan operasional.
Klub membutuhkan perencanaan anggaran, pengembangan sumber pendapatan, pengelolaan kontrak pemain, serta sistem manajemen yang mampu mendukung pertumbuhan.
Stabilitas organisasi sangat penting karena promosi ke kasta yang lebih tinggi biasanya diikuti peningkatan biaya operasional, gaji pemain, kebutuhan fasilitas, dan tuntutan kompetisi.
Mengembangkan Infrastruktur dan Akademi
Investasi sepak bola tidak selalu harus diwujudkan melalui pembelian pemain mahal. Infrastruktur latihan dan pengembangan pemain muda juga berperan penting dalam membangun kekuatan klub.
Como menjadikan fasilitas olahraga, akademi, dan pengembangan lingkungan klub sebagai bagian dari rencana jangka panjangnya.
Akademi yang dikelola dengan baik dapat membantu klub menemukan talenta, meningkatkan kemampuan pemain muda, dan membuka peluang mendapatkan nilai ekonomi melalui perkembangan karier pemain.
Merekrut Pemain Sesuai Kebutuhan Tim
Dalam membangun tim kompetitif, klub perlu menggabungkan pemain berpengalaman, talenta muda, dan pemain yang sesuai dengan filosofi permainan pelatih.
Perekrutan yang tepat tidak hanya mempertimbangkan nama besar pemain, tetapi juga kemampuan teknis, usia, potensi perkembangan, dan kecocokan dengan sistem permainan.
Pendekatan seperti ini penting bagi klub yang ingin naik kelas tanpa kehilangan kendali atas pengeluaran.
Investasi besar memang dapat mempercepat perkembangan, tetapi hasilnya tetap bergantung pada bagaimana sumber daya tersebut dikelola.
Perjalanan Como 1907 dari Serie D hingga Serie A
Salah satu bukti nyata perkembangan Como adalah keberhasilannya melewati tiga jenjang kompetisi sepak bola Italia setelah diambil alih.
Promosi dari Serie D ke Serie C
Pada musim 2018/2019, Como menjuarai Serie D dan memperoleh promosi ke Serie C. Keberhasilan ini menjadi pencapaian awal setelah perubahan kepemilikan.
Promosi tersebut menunjukkan bahwa klub mulai membangun kembali daya saingnya. Como tidak lagi hanya berjuang mempertahankan eksistensi, tetapi mulai bergerak menuju target yang lebih tinggi.

Menjuarai Serie C dan Naik ke Serie B
Pada musim 2020/2021, Como kembali mencatatkan keberhasilan dengan menjuarai Serie C dan promosi ke Serie B.
Pencapaian ini penting karena kompetisi Serie B memiliki tingkat persaingan yang berbeda. Klub harus menghadapi lawan yang lebih berpengalaman dan menjaga konsistensi sepanjang musim.
Keberhasilan tersebut memperlihatkan bahwa perkembangan Como bukan hanya hasil sesaat dari pergantian pemilik, melainkan bagian dari proses yang berkelanjutan.
Kembali ke Serie A pada 2024
Puncak tahap awal kebangkitan Como terjadi pada musim 2023/2024. Klub berhasil mengakhiri musim Serie B di posisi kedua dan memastikan promosi langsung ke Serie A.
Como kembali ke kasta tertinggi sepak bola Italia setelah absen selama lebih dari dua dekade.
Bagi keluarga Hartono, pencapaian ini menjadi bukti bahwa investasi jangka panjang mulai menghasilkan kemajuan olahraga yang konkret.
Bagi para pendukung, promosi tersebut juga berarti kembalinya klub ke panggung yang lebih besar, tempat Como dapat berhadapan dengan klub-klub paling terkenal di Italia.
Peran Cesc Fàbregas dalam Perkembangan Como 1907
Setelah kembali ke Serie A, Como membutuhkan pendekatan olahraga yang mampu menjaga daya saing sekaligus mendukung ambisi jangka panjang klub.
Salah satu figur penting dalam proyek ini adalah Cesc Fàbregas, mantan pemain Arsenal, Barcelona, dan Chelsea.
Fàbregas memiliki pengalaman bermain di level tertinggi sepak bola Eropa. Pengalamannya tersebut menjadi modal dalam membangun identitas permainan Como.

Pendekatan permainan yang mengutamakan penguasaan bola, pergerakan antarpemain, dan keberanian membangun serangan menjadi bagian dari karakter tim yang dikembangkan.
Namun, penting dipahami bahwa keberhasilan klub bukan hanya hasil kerja seorang pelatih. Struktur manajemen, kualitas pemain, dukungan finansial, fasilitas, dan proses perekrutan juga memiliki kontribusi besar.
Hubungan antara investasi pemilik dan kepemimpinan di lapangan menjadi salah satu faktor yang menentukan apakah Como dapat mempertahankan perkembangannya.
Keberhasilan Como 1907 Menembus Liga Champions
Perjalanan Como mencapai babak baru ketika klub memastikan tiket ke Liga Champions setelah menempati posisi keempat Serie A musim 2025/2026.
Pencapaian tersebut menempatkan Como di antara klub-klub Italia yang berhak mewakili negaranya dalam kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa.
Jika dibandingkan dengan situasi klub pada 2017, ketika kebangkrutan membuat Como harus memulai kembali dari Serie D, pencapaian ini menunjukkan perubahan yang sangat besar.
Dalam kurun beberapa tahun, Como bergerak dari kompetisi kasta keempat menuju persaingan di level tertinggi sepak bola Italia dan Eropa.
Perjalanan ini sekaligus meningkatkan eksposur internasional klub. Partisipasi di Liga Champions dapat membuka peluang komersial, meningkatkan daya tarik bagi pemain, memperluas basis penggemar, dan memberikan pendapatan tambahan.
Meski demikian, tampil di kompetisi elite bukan akhir dari perjalanan. Klub tetap perlu menjaga keseimbangan keuangan, mempertahankan kualitas skuad, dan menghadapi jadwal pertandingan yang lebih padat.
Como 1907 Mengalahkan Manchester United 4–1
Salah satu momen yang semakin menarik perhatian publik terjadi pada 21 Oktober 2026, ketika Como mengalahkan Manchester United dengan skor 4–1 dalam pertandingan Liga Champions.
Dalam pertandingan tersebut, Nico Paz mencetak dua gol, sementara Anastasios Douvikas dan Jacobo Ramón masing-masing menyumbangkan satu gol. Manchester United hanya mampu mencetak gol hiburan melalui Joshua Zirkzee pada menit-menit akhir.
Kemenangan ini menjadi gambaran bahwa Como telah berkembang menjadi tim yang mampu bersaing di panggung Eropa.
Hasil tersebut juga memperlihatkan pentingnya kualitas taktik dan organisasi permainan. Nama besar sebuah klub tidak otomatis menjamin kemenangan, terutama ketika menghadapi lawan yang memiliki strategi jelas dan mampu memanfaatkan kelemahan lawan.
Namun, satu kemenangan besar tentu tidak cukup untuk mengukur keseluruhan kualitas sebuah tim. Konsistensi dalam berbagai pertandingan dan kemampuan menghadapi tekanan kompetisi tetap menjadi ukuran yang lebih menyeluruh.
Bagi Como, kemenangan atas Manchester United menjadi salah satu pencapaian yang memperkuat reputasi klub sekaligus menarik perhatian penggemar sepak bola Indonesia.
Pelajaran Bisnis dari Kesuksesan Keluarga Hartono di Como 1907
Kebangkitan Como 1907 menawarkan sejumlah pelajaran yang relevan di luar sepak bola.
Pertama, investasi jangka panjang membutuhkan arah yang jelas. Perubahan klub tidak terjadi dalam satu musim. Como melewati proses promosi bertahap yang membutuhkan waktu dan konsistensi.
Kedua, modal harus didukung manajemen profesional. Sumber daya finansial membuka peluang, tetapi organisasi, perekrutan, pengembangan pemain, dan keputusan teknis menentukan bagaimana peluang itu dimanfaatkan.
Ketiga, membangun fondasi lebih penting daripada mengejar hasil instan. Infrastruktur, akademi, sistem organisasi, dan identitas permainan merupakan bagian dari investasi yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Keempat, pertumbuhan harus diimbangi keberlanjutan. Semakin tinggi level kompetisi, semakin besar pula biaya dan tekanan yang dihadapi. Karena itu, menjaga keseimbangan antara ambisi olahraga dan kesehatan finansial menjadi tantangan berikutnya bagi Como.
Kisah ini juga menunjukkan bahwa investor dari Indonesia dapat mengambil bagian dalam perkembangan industri olahraga internasional melalui kepemilikan, pengelolaan, dan pengembangan klub profesional.




