Life

Kenapa Shopee Express (SPX) Sering Dapat Rating Jelek?

95
×

Kenapa Shopee Express (SPX) Sering Dapat Rating Jelek?

Share this article
Shopee Express

Dalam beberapa tahun terakhir, Shopee Express (SPX) sering menjadi sorotan publik. Di berbagai platform seperti Google Maps, media sosial, hingga forum diskusi, banyak pengguna memberikan rating rendah dan keluhan yang relatif seragam: pengiriman lambat, paket stuck, hingga pelayanan kurir yang tidak profesional.

Fenomena ini bukan sekadar persepsi subjektif. Jika dianalisa dari berbagai sumber—media, laporan konsumen, hingga diskusi komunitas—ada pola masalah yang cukup konsisten.

Artikel ini akan mengupas akar masalah kenapa Shopee Express sering dianggap “jelek”, termasuk faktor internal, sistem bisnis, hingga kondisi SDM kurir.

Sistem Bisnis Tertutup & Minim Kompetisi

SPX Diprioritaskan Secara Sistem oleh Shopee

Salah satu faktor utama adalah model bisnis Shopee yang cenderung memprioritaskan SPX.

Menurut laporan, Shopee diduga mengatur algoritma agar Shopee Express menjadi pilihan utama dalam pengiriman, bahkan mengurangi pilihan kurir lain bagi pengguna .

Dampaknya terhadap kualitas layanan

  • Minim kompetisi → kualitas layanan tidak terdorong meningkat

  • Konsumen tidak bebas memilih kurir terbaik

  • Volume paket SPX meningkat drastis (overload)

Akibatnya, SPX sering kewalahan dalam menangani lonjakan pengiriman.

>>> Tradisi Bubur Sabilal Banjarmasin Sejak 1981

Overload Paket & Kapasitas Logistik Tidak Seimbang

Lonjakan order saat promo besar

Event seperti:

  • 11.11

  • 12.12

  • Ramadan

menyebabkan lonjakan paket besar-besaran. Namun, kapasitas logistik sering tidak sebanding.

Contohnya:

  • Paket bisa stuck di gudang (hub) karena overload

  • Antrean kurir bisa sangat panjang akibat sistem error dan keterbatasan operator

Shopee Express
Shopee Express

Efek ke pelanggan

  • Status pengiriman tidak update

  • Estimasi terus mundur

  • Paket terlambat berhari-hari bahkan minggu

Keluhan seperti ini sering muncul di berbagai laporan konsumen .

Kesejahteraan Kurir Shopee Express yang Dipertanyakan

Upah per paket yang terus menurun

Beberapa laporan menyebutkan bahwa:

  • Upah kurir pernah turun dari Rp5.000 → Rp1.500 per paket

Beban kerja tinggi

  • Bisa mengantar hingga 125 paket per hari

  • Waktu kerja bisa mencapai 14 jam

Shopee Express

Dampaknya terhadap kualitas layanan

  • Kurir kelelahan → pelayanan menurun

  • Pengiriman asal-asalan / terburu-buru

  • Tingkat kesalahan meningkat

Ini menjelaskan kenapa banyak pengguna mengeluhkan:

  • Paket tidak sampai

  • Kurir sulit dihubungi

  • Status “gagal kirim” tanpa alasan jelas

Sistem Kemitraan Shopee Express yang Tidak Stabil

Kurir bukan karyawan tetap

SPX banyak menggunakan sistem mitra (gig worker), bukan karyawan tetap.

Konsekuensinya:

  • Tidak ada jaminan kerja jangka panjang

  • Turnover tinggi (sering ganti kurir)

  • Kurir tidak terikat secara kuat dengan perusahaan

Mengapa kurir sering ganti?

Karena:

  • Penghasilan tidak stabil

  • Beban kerja tinggi
  • Minim benefit (BPJS, lembur, dll)

Hal ini menyebabkan:

  1. Kurir keluar masuk
  2. Kualitas layanan tidak konsisten
  3. Tidak ada “kurir langganan” di area tertentu

Masalah Operasional & Sistem Teknologi

Gangguan sistem dan koordinasi buruk

Beberapa kejadian menunjukkan:

  • Sistem error menyebabkan antrean panjang kurir

  • Status tracking tidak akurat

  • Paket bolak-balik antar hub

Masalah umum yang sering terjadi

  • Status tidak berubah berhari-hari

  • Paket stuck di transit

  • Retur tanpa konfirmasi pelanggan

Ini menunjukkan adanya:
➡️ Ketidakefisienan sistem logistik
➡️ Koordinasi antar hub yang lemah

Banyak Keluhan Konsumen yang Konsisten

Dari berbagai laporan dan pengalaman pengguna:

Keluhan yang paling sering muncul:

  • Pengiriman lambat

  • Paket hilang / rusak

  • Kurir tidak profesional

  • Customer service lambat

Bahkan dalam komunitas online, banyak pengguna menyebut:

paket sering delay dan tidak sampai tepat waktu

Keluhan serupa muncul lintas negara (Indonesia, Malaysia, Filipina), menunjukkan bahwa ini bukan masalah lokal saja.

Kesimpulan: Kenapa Shopee Express Sering Dapat Rating Jelek?

Dari analisa berbagai sumber, penyebab utama adalah kombinasi dari:

Faktor Sistem

  • Prioritas algoritma Shopee ke SPX

  • Minim kompetisi

Faktor Operasional

  • Overload paket

  • Infrastruktur belum siap

Faktor SDM

  • Upah rendah

  • Beban kerja tinggi

  • Turnover kurir tinggi

Faktor Teknologi

  • Sistem tracking & operasional belum optimal

Penutup

Rating buruk Shopee Express bukan terjadi tanpa alasan. Ini adalah hasil dari masalah sistemik, bukan sekadar kesalahan individu kurir.

Jika ingin memperbaiki reputasi, maka yang perlu dibenahi adalah:

  • Kesejahteraan kurir

  • Sistem distribusi

  • Transparansi layanan

  • Kompetisi sehat antar kurir

Tanpa perbaikan di level ini, kemungkinan besar keluhan terhadap SPX akan terus berulang di berbagai daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.