Bubur Sabilal Banjarmasin merupakan salah satu tradisi kuliner Ramadan yang sangat terkenal di Kalimantan Selatan. Setiap bulan puasa, ribuan jamaah berkumpul di Masjid Sabilal Muhtadin untuk menikmati bubur ayam khas Banjar yang disajikan sebagai menu berbuka puasa.
Tradisi ini telah berlangsung sejak tahun 1981 dan hingga kini masih terus dilestarikan oleh masyarakat di Banjarmasin. Bubur Sabilal tidak hanya menjadi hidangan berbuka puasa, tetapi juga simbol kebersamaan, sedekah, dan gotong royong di bulan suci Ramadan.
Sejarah Bubur Sabilal Banjarmasin
Tradisi Bubur Sabilal bermula ketika Masjid Sabilal Muhtadin mulai menyediakan takjil berbuka puasa untuk jamaah pada awal tahun 1980-an. Saat itu, pengurus masjid bersama para dermawan memiliki inisiatif untuk menyediakan makanan berbuka puasa bagi masyarakat yang datang beribadah di masjid.
Menu yang dipilih adalah bubur ayam khas Banjar karena makanan ini ringan, bergizi, dan cocok dikonsumsi setelah seharian menahan lapar dan haus.
>>> Impor Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tuai Kontroversi
Seiring waktu, bubur ini semakin dikenal oleh masyarakat dan akhirnya populer dengan nama Bubur Sabilal, merujuk pada tempat pembagiannya di Masjid Sabilal Muhtadin.
Kini, setiap sore selama Ramadan, ribuan jamaah menunggu waktu berbuka sambil menikmati bubur tersebut di area masjid.
Usaha Turun-Temurun Produksi Bubur Ramadan
Salah satu hal yang membuat Bubur Sabilal semakin istimewa adalah proses produksinya yang dijalankan oleh usaha keluarga secara turun-temurun.
Tradisi memasak bubur Ramadan ini bermula dari seorang tokoh perempuan bernama Hj. Sabah yang sejak awal dipercaya untuk membantu menyediakan bubur bagi kegiatan berbuka puasa di Masjid Sabilal Muhtadin.

Usaha tersebut kemudian diteruskan dari generasi nenek, ibu, hingga anaknya yang saat ini dikelola oleh Ibu Ani. Hingga sekarang, keluarga ini tetap menjaga kualitas rasa dan konsistensi bubur yang disajikan kepada para jamaah.
Produksi bubur dilakukan di Tempat Bubur Ramadan Hj. Sabah yang berlokasi di Jalan Antasan Kecil Timur, Banjarmasin. Dari dapur inilah ribuan porsi bubur dimasak setiap hari selama bulan Ramadan sebelum disalurkan ke Masjid Sabilal Muhtadin.
Kapasitas Produksi Bubur Sabilal Setiap Hari
Untuk memenuhi kebutuhan jamaah yang sangat banyak, bubur Ramadan dari dapur Hj. Sabah diproduksi dalam jumlah besar setiap hari.
Produksi Hari Senin hingga Rabu
Pada hari Senin sampai Rabu, jumlah produksi bubur mencapai sekitar 1.000 porsi per hari. Porsi ini biasanya cukup untuk memenuhi kebutuhan jamaah pada hari-hari awal pekan.

Produksi Hari Kamis hingga Sabtu
Menjelang akhir pekan, jumlah jamaah yang datang untuk berbuka puasa di Masjid Sabilal Muhtadin biasanya meningkat. Oleh karena itu, produksi bubur juga ditingkatkan menjadi sekitar 1.100 hingga 1.200 porsi per hari pada hari Kamis, Jumat, dan Sabtu.
Jumlah ini menunjukkan betapa besarnya antusiasme masyarakat terhadap tradisi Bubur Sabilal.
Keunikan Bubur Sabilal Khas Banjarmasin
Cita Rasa Bubur Ayam Khas Banjar
Bubur Sabilal memiliki cita rasa gurih yang khas dengan tekstur lembut. Bubur ini biasanya disajikan dengan berbagai pelengkap seperti:
-
Ayam suwir
-
Bawang goreng
-
Daun seledri
-
Sambal
-
Kecap manis
-
Kerupuk
Perpaduan bahan tersebut menghasilkan rasa yang sederhana namun sangat nikmat, terutama ketika disantap saat berbuka puasa.

Dimasak dalam Skala Besar
Proses memasak bubur dilakukan menggunakan panci atau kuali berukuran besar. Tim dapur mulai memasak sejak siang hari agar bubur siap dibagikan menjelang azan Maghrib.
Meskipun diproduksi dalam jumlah besar, kualitas rasa tetap dijaga agar konsisten setiap harinya.
Tradisi Berbagi di Bulan Ramadan
Tradisi Bubur Sabilal juga mencerminkan semangat berbagi dan gotong royong di masyarakat Banjarmasin. Banyak dermawan yang menyumbangkan bahan makanan seperti beras, ayam, dan bumbu dapur.
Selain itu, para relawan turut membantu dalam proses distribusi bubur kepada jamaah yang datang untuk berbuka puasa.
Suasana kebersamaan sangat terasa ketika ribuan orang duduk bersama di pelataran Masjid Sabilal Muhtadin sambil menunggu azan Maghrib.
Bubur Sabilal sebagai Ikon Kuliner Ramadan
Selama lebih dari empat dekade, Bubur Sabilal telah menjadi bagian penting dari tradisi Ramadan di Banjarmasin.
Banyak warga yang menjadikan kegiatan berbuka puasa di Masjid Sabilal Muhtadin sebagai agenda tahunan. Bahkan tidak sedikit pengunjung dari luar daerah yang datang untuk merasakan pengalaman berbuka puasa bersama sambil menikmati bubur khas ini.
Kesimpulan
Bubur Sabilal Banjarmasin bukan hanya sekadar hidangan berbuka puasa, tetapi juga bagian dari tradisi Ramadan yang telah berlangsung sejak tahun 1981.
Tradisi ini didukung oleh semangat gotong royong masyarakat serta usaha keluarga Hj. Sabah yang kini diteruskan oleh Ibu Ani dalam memproduksi bubur Ramadan di Jalan Antasan Kecil Timur.
Dengan produksi mencapai 1.000 hingga 1.200 porsi setiap hari, Bubur Sabilal terus menjadi simbol kebersamaan dan kepedulian sosial bagi masyarakat Banjarmasin.
*Info and Image Source : BANJARMASIN CHANNEL youtube account



