Life

Impor Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tuai Kontroversi

17
×

Impor Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tuai Kontroversi

Share this article
impor mobil koperasi desa

Impor mobil koperasi desa Desa Merah Putih bikin heboh lagi, Sebelumnya Koperasi Desa Merah Putih ini disorot karena keterlibatan militer dalam pembangunan fisik gerainya. Sama soal anggaran jumbo dan kontroversi penggunaan dana desanya. Belakangan program andalan Presiden Prabowo ini bikin ramai lagi gara-gara ada rencana impor ribuan mobil pickup dan truk asal India.

Koperasi Desa Merah Putih Kembali Jadi Sorotan.

Loh, emang apa masalahnya? Jadi gini, Pemerintah itu buat ngebangun fisik gerai koperasi Desa Merah Putih udah nunjuk PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai pelaksana. Nah, enggak cuma ngebangun gedung koperasinya, Agrinas ini juga kebagian tugas buat beli kebutuhan gerai koperasi termasuk kendaraan operasional yang kemudian bikin heboh.

Rencana Impor 105.000 Mobil dari India

Agrinas Pangan ketahuan mau mengimpor 105.000 unit pickup dan truk dari India untuk operasional koperasi Desa Merah Putih. Nilainya enggak main-main, Rp24,6 triliun. Rencana ini malah bikin banyak pihak meradang. Masalahnya rencana Agrenas ini enggak mendukung industri lokal. Apalagi kan industri otomotif kita udah bisa banget produksi truk dan mobil pick up.

Peran PT Agrinas dalam Impor Mobil Koperasi Desa

Sekarang kita detailkan dulu rencana pengadaan mobil koperasi desa ini. Jadi, Agrinas Pangan ini menggait dua pemain besar otomotif dari India, yaitu Mahindra and Mahindra Limited dan Tata Motors Limited.

Rinciannya, Mahindra Scorpio akan menyuplai 35.000 unit. Kapasitas mesinnya 2.200 cc turbo dengan kemampuan angkut beban lebih dari 1 ton. Sedangkan Tata Motors bakal menyiapkan 70.000 unit. Isinya campuran antara pickup Tatayoda dan truk roda 6 Ultra T7.

Pertanyaannya, kenapa sih harus beli mobil dari India? Direktur Utama Agrinas Joe Mota bilang alasannya klasik, efisiensi. Katanya impor mobil ini sudah mempertimbangkan efisiensi, efektivitas, dan target tepat guna sesuai amanat presiden.

>>> Masalah Blending RON 90 Menjadi RON 92

Agrinas mengklaim kalau beli di dalam negeri harganya bisa jauh lebih mahal dan mungkin enggak sesuai anggaran. Agrinas juga mengklaim sebelum mutusin beli dari India udah cek harga di dalam negeri. Dari penuturan Josi katanya kalau impor mobil dari India bisa menghemat anggaran Rp46,5 triliun dibandingkan kalau pakai pabrikan Indonesia.

impor mobil koperasi desa
impor mobil koperasi desa

Sumber Anggaran Koperasi Desa Merah Putih

Sekarang kita bahas soal anggarannya. Rp24 triliun itu bukan angka kecil loh. Pertanyaannya dari mana duitnya? Menteri Keuangan Purbaya Yudisadewasi bilang kalau pembiayaan untuk kebutuhan koperasi Desa Merah Putih ini berasal dari pinjaman Bank-Bank BUMN. Nantinya pemerintah bakal nyicil pinjaman ini pakai kas negara sebesar Rp40 triliun selama 6 tahun ke depan.

Yang menarik ada juga alokasi anggaran dari dana desa. Sekitar 58,3% atau Rp34,57 triliun dana desa udah disiapin khusus buat program koperasi Desa Merah Putih ini. Jadi secara teknis ini adalah investasi besar-besaran untuk infrastruktur desa. Setelah rencana Agrenas mengimpor ribuan mobil dari India ini, banyak pengusaha sampai anggota DPR yang mengkritik.

Kritik Pengusaha dan DPR

Wakil Ketua Umum Kadin, Saleh Husin menilai langkah ini kontradiktif dengan semangat memperkuat industri otomotif nasional. Beberapa poin keberatan pengusaha antara lain kebijakan ini malah membunuh industri lokal. Kita punya banyak pabrik mobil di sini. Kalau di tootal kapasitas produksi pickup kita itu mencapai 400.000. 000 unit dalam setahun.

Terus kenapa enggak beli dari pabrikan dalam negeri aja? Kalau memanfaatkan industri domestik, selain kandungan komponen dalam negerinya sesuai, produksi mobil di dalam negeri bakal menghidupi banyak vendor komponen. Mulai dari ban, aki, kursi, sampai sasis. Kalau kita impor utuh, potensi lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi lokal bakal hilang. Itu aja.

Dampak terhadap Tenaga Kerja Industri Otomotif

Kalangan buruh juga protes. Serikat buru menganggap impor mobil 105.000 unit asal India beresiko bikin PHK di industri otomotif bertambah. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Said Iqbal bilang impor mobil oleh Agrinas bakal ngurangin output produksi pabrik otomotif dalam negeri dan akhirnya berpotensi memicu pengurangan kontrak kerja hingga pengurangan karyawan.

impor mobil koperasi desa

Impor Ditunda, DPR Minta Evaluasi

Setelah ramai disorot, rencana ini akhirnya direm dulu. Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasko Ahmad bahkan minta impor ini ditunda dulu sampai Presiden Prabowo Subianto balik dari kunjungan luar negeri buat menghitung ulang kesiapan industri dalam negeri.

Menanggapi kontroversi ini, Direktur Utama Agrinas menyatakan dia bakal menanggung konsekuensi kalau keputusan perusahaan mengimpor mobil dari India dipermasalahkan.

Joe juga bilang bakal nurut apa kata Dasco. Karena kata Jo, keputusan DPR adalah suara rakyat sehingga dia sebagai direktur BUMN akan menaatinya. Lagian kan lucu ya, Presiden Prabowo itu udah lumayan sering bilang kita harus bangga pakai produk lokal. Bahkan mobil kepresidenannya aja pakai ma pindat. Eh, ini buat program andalannya malah pakai produk impor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.