Dalam beberapa tahun terakhir, Shopee Express (SPX) sering menjadi sorotan publik. Di berbagai platform seperti Google Maps, media sosial, hingga forum diskusi, banyak pengguna memberikan rating rendah dan keluhan yang relatif seragam: pengiriman lambat, paket stuck, hingga pelayanan kurir yang tidak profesional.
Fenomena ini bukan sekadar persepsi subjektif. Jika dianalisa dari berbagai sumber—media, laporan konsumen, hingga diskusi komunitas—ada pola masalah yang cukup konsisten.
Artikel ini akan mengupas akar masalah kenapa Shopee Express sering dianggap “jelek”, termasuk faktor internal, sistem bisnis, hingga kondisi SDM kurir.
Sistem Bisnis Tertutup & Minim Kompetisi
SPX Diprioritaskan Secara Sistem oleh Shopee
Salah satu faktor utama adalah model bisnis Shopee yang cenderung memprioritaskan SPX.
Menurut laporan, Shopee diduga mengatur algoritma agar Shopee Express menjadi pilihan utama dalam pengiriman, bahkan mengurangi pilihan kurir lain bagi pengguna .
Dampaknya terhadap kualitas layanan
-
Minim kompetisi → kualitas layanan tidak terdorong meningkat
-
Konsumen tidak bebas memilih kurir terbaik
-
Volume paket SPX meningkat drastis (overload)
Akibatnya, SPX sering kewalahan dalam menangani lonjakan pengiriman.
>>> Tradisi Bubur Sabilal Banjarmasin Sejak 1981
Overload Paket & Kapasitas Logistik Tidak Seimbang
Lonjakan order saat promo besar
Event seperti:
-
11.11
-
12.12
-
Ramadan
menyebabkan lonjakan paket besar-besaran. Namun, kapasitas logistik sering tidak sebanding.
Contohnya:
-
Paket bisa stuck di gudang (hub) karena overload
-
Antrean kurir bisa sangat panjang akibat sistem error dan keterbatasan operator

Efek ke pelanggan
-
Status pengiriman tidak update
-
Estimasi terus mundur
-
Paket terlambat berhari-hari bahkan minggu
Keluhan seperti ini sering muncul di berbagai laporan konsumen .
Kesejahteraan Kurir Shopee Express yang Dipertanyakan
Upah per paket yang terus menurun
Beberapa laporan menyebutkan bahwa:
-
Upah kurir pernah turun dari Rp5.000 → Rp1.500 per paket
Beban kerja tinggi
-
Bisa mengantar hingga 125 paket per hari
-
Waktu kerja bisa mencapai 14 jam
Dampaknya terhadap kualitas layanan
-
Kurir kelelahan → pelayanan menurun
-
Pengiriman asal-asalan / terburu-buru
-
Tingkat kesalahan meningkat
Ini menjelaskan kenapa banyak pengguna mengeluhkan:
-
Paket tidak sampai
-
Kurir sulit dihubungi
-
Status “gagal kirim” tanpa alasan jelas
Sistem Kemitraan Shopee Express yang Tidak Stabil
Kurir bukan karyawan tetap
SPX banyak menggunakan sistem mitra (gig worker), bukan karyawan tetap.
Konsekuensinya:
-
Tidak ada jaminan kerja jangka panjang
-
Turnover tinggi (sering ganti kurir)
-
Kurir tidak terikat secara kuat dengan perusahaan
Mengapa kurir sering ganti?
Karena:
-
Penghasilan tidak stabil
- Beban kerja tinggi
-
Minim benefit (BPJS, lembur, dll)
Hal ini menyebabkan:
- Kurir keluar masuk
- Kualitas layanan tidak konsisten
- Tidak ada “kurir langganan” di area tertentu
Masalah Operasional & Sistem Teknologi
Gangguan sistem dan koordinasi buruk
Beberapa kejadian menunjukkan:
-
Sistem error menyebabkan antrean panjang kurir
-
Status tracking tidak akurat
-
Paket bolak-balik antar hub
Masalah umum yang sering terjadi
-
Status tidak berubah berhari-hari
-
Paket stuck di transit
-
Retur tanpa konfirmasi pelanggan
Ini menunjukkan adanya:
➡️ Ketidakefisienan sistem logistik
➡️ Koordinasi antar hub yang lemah
Banyak Keluhan Konsumen yang Konsisten
Dari berbagai laporan dan pengalaman pengguna:
Keluhan yang paling sering muncul:
-
Pengiriman lambat
-
Paket hilang / rusak
-
Kurir tidak profesional
-
Customer service lambat
Bahkan dalam komunitas online, banyak pengguna menyebut:
paket sering delay dan tidak sampai tepat waktu
Keluhan serupa muncul lintas negara (Indonesia, Malaysia, Filipina), menunjukkan bahwa ini bukan masalah lokal saja.
Kesimpulan: Kenapa Shopee Express Sering Dapat Rating Jelek?
Dari analisa berbagai sumber, penyebab utama adalah kombinasi dari:
Faktor Sistem
-
Prioritas algoritma Shopee ke SPX
-
Minim kompetisi
Faktor Operasional
-
Overload paket
-
Infrastruktur belum siap
Faktor SDM
-
Upah rendah
-
Beban kerja tinggi
-
Turnover kurir tinggi
Faktor Teknologi
-
Sistem tracking & operasional belum optimal
Penutup
Rating buruk Shopee Express bukan terjadi tanpa alasan. Ini adalah hasil dari masalah sistemik, bukan sekadar kesalahan individu kurir.
Jika ingin memperbaiki reputasi, maka yang perlu dibenahi adalah:
-
Kesejahteraan kurir
-
Sistem distribusi
-
Transparansi layanan
-
Kompetisi sehat antar kurir
Tanpa perbaikan di level ini, kemungkinan besar keluhan terhadap SPX akan terus berulang di berbagai daerah.



