Life

Aneka Cerita Solo Touring 2024 Kalsel – Jabar

259
×

Aneka Cerita Solo Touring 2024 Kalsel – Jabar

Share this article
Solo Touring

Tgl 21 Juli 2024 kemarin saya melakukan solo touring dari Banjarmasin Kalimantan Selatan ke Cikampek Jawa Barat. Perjalanan ini sudah saya rencanakan sejak setahun yang lalu, karena sejak kopid melanda, saya off sementara melakukan perjalanan jauh. Qadarullah baru 2024 ini bisa terlaksana dengan baik.

Motor Yang Digunakan Selama Solo Touring

Dalam touring kali ini saya menggunakan Honda ADV 160 yang baru saya dapatkan 1 bulan sebelum perjalanan. Dibilang nekat mungkin iya, inrejen dalam kota cukup 300km, kemudian langsung saya bawa ke luar pulau.

Aneka Cerita Solo Touring 2024 Kalsel - Jabar

Menggunakan motor baru dalam perjalan jelas banyak hal positifnya, karena dengan barang baru, secara logika jelas akan minim masalah mayor, masalah minor yang datang mungkin sekedar bocor ban atau panasnya disc cakram karena dipakai terus menerus.

Sebelum touring kali ini, saya sudah pernah melakukan touring beberapa kali sebelumnya, dan semuanya sama yaitu secara solo. Karena saya lebih menyukai individual journey daripada beramai ramai dengan klub atau komunitas. Yah, itu pilihan kan ? Touring sebelumnya, saya menggunakan Bajaj Pulsar 180, Jupiter Z Burhan, dan Yamaha Xeon 125 dengan berbagai sensasinya. Jujur saja, menggunakan Xeon 125 adalah touring terberat yang saya alami. Namun disini saya tidak bercerita tentang itu, saya fokus pada vibes touring menggunakan ADV160.

Aneka Cerita Solo Touring 2024 Kalsel - Jabar

 

Ergonomi duduk sangat amat nyaman, posisi kita sangat santai dan enjoyable. Shock depan amat sangat jozz, lembut dan empuk, reboundnya pas untuk motor sekelas ADV160. Hanya saja, sama seperti hasil berbagai review, shockbreker belakang ADV160 sangat keras. Saat melibas jalan keriting atau polisi tidur, pinggang saya cukup merasakan hentakan yang mengganggu, so, penggantian shockbreket belakang bisa dipertimbangkan jika anda ingin merasakan kenyamanan yang lebih lagi.

Mesin 160 cc cukup mumpuni dalam melibas trek panjang maupun berkelok kelok selama solo touring ini, sudah saya buktikan saat melibas jalan Deandels di Kebumen, dengan trek lurus sekitar 30-an km dan trek berkelok di area Pujon, Malang Jawa Timur.

>>> Manfaat Minyak Tamanu untuk Kesehatan dan Wajah

Roller standart Adv160 yaitu 19 gram untuk sekedar rute aspal umum dalam hal ini jalan provinsi sudah cukup menurut saya, walaupun sebenarnya saya berencana menurunkan gram nya untuk lebih mendapatkan tarikan yang responsif. TPS masih aman dalam membaca putaran handle gas, walaupun terasa ada delay sedikit, tapi hanya seperskian detik, masih worthit kog. Bagasi yang besar yaitu 33 liter sangat membantu dalam meletakkan barang dan printilan saya selama solo touring.

Kekurangannya hanya satu, dikarenakan durasi touring yang lama, dimana saya rolling selama 3-4 jam baru rehat, posisi stang ADV160 yang cenderung baplang, cukup membuat pegal di otot lengan, dan ini juga dirasakan beberapa user ADV160 dibeberapa review mereka. Solusinya mudah kog, cukup tambahkan raiser atau mengganti stang yang lebih miring kebelakang seperti stang PCX160.

Akomodasi Selama Solo Touring

Sejak dari Banjarmasin, saya sudah menyusun checklist, apa yang akan dibawa, lokasi mana yang akan disinggahi termasuk juga di kota mana saya akan bermalam selama perjalanan. Dalam list saya, karena tujuan saya adalah Jawa timur – Jawa Barat – Jawa Timur, maka saya membuat rute yang berbeda untuk pergi dan pulangnya. Untuk pergi saya melewati jalur tengah via Ngawi, dan pulangnya saya melewati jalur agak ke selatan yaitu via Kebumen.

Solo Touring

Titik saya bermalam adalah di Semarang, Cirebon, Karawang, Bandung, Banjar, Yogya, dan Malang sebelum balik ke Surabaya, Tapi ternyata aktualisasinya saya tidak bermalam di Cirebon dan Banjar, tapi hanya melewati saja.

Di Semarang saya bermalam di Hotel Griya Stadion dengan tarif Rp 150.000,-, hanya untuk rehat semalam setelah perjalanan selama 8 jam dari Surabaya. Besoknya sebelum subuh, checkout dan lanjut ke Cirebon. Masuk kota Cirebon sekitar jam 10.45 kemudian rehat hingga dhuhur, dan lepas dhuhur langsung lanjut ke Cikampek Jawa Barat.

Di Cikampek saya reroute ke Karawang, dan menginap di Voxstay Karawang selama 5 hari 4 malam, karena Karawang ini titik point saya untuk balik ke Jawa Timur. Saya tidak masuk Bekasi ataupun Jakarta, karena pertimbangan macet, waktu dan fisik.

Solo Touring
Voxstay Karawang

Setelah 5 hari, saya lanjut ke Bandung, dan menginap selama 1 malam di kostel dengan tarif Rp 54.000,-/malam. Besoknya bada shubuh, lanjut perjalanan ke Sumedang, Garut, Tasik, Ciamis, Banjar. Rencana bermalam di Banjar, namun karena posisi di Banjar baru jam 13.10 saya putuskan untuk lanjut ke Yogyakarta saat itu juga. Tiba di Yogya sekitar adzan magrib, kelar magrib saya lanjutkan ke lokasi Hotel yaitu di Jalan Parang Tritis Yogya dengan tarif Rp 150.000,- / malam.

Selama 2 malam di Yogyakarta, saya lanjut perjalanan ke Malang via Tulungagung, ntah kenapa diperjalanan, gmaps berubah rute, malah di lewatkan ke Nganjuk, Madiun, dan Jombang. Dan akhirnya memasuki Malang via Pujon Batu Malang.

>>> Rumah Kelahiran Bung Karno, Jejak Sang Proklamator

Di Malang saya menginapa selama 5 malam dengan 3 hotel yang berbeda, pertama di AlThalib Syariah 8 Jalan Terusan Wijaya Atas, kemudian ke Spot On di area Sukun Malang dan terakhir di Hotel Riche area Alun Alun Malang. Setelah tiba di Surabaya seminggu kemudian, saya menginap di hotel langganan selama ini bila ke Surabaya, yaitu Al Thalib Prapen Syariah di area Prapen Surabaya.

Biaya Perjalanan Solo Touring

Banyak komen dan ucapan dari berbagai orang bahkan teman sendiri, bahwa solo touring itu aktifitas mahal, kalo touring biasanya orang kaya dll nya.

Padahal tidak selamanya betul, namanya touring apalagi sendirian justru memudahkan kita atur bujet secara mandiri. Kemudian, namanya touring relate dengan yang namanya adventure atau penjelajah, dimana namanya penjelajah harus siap dengan situasi dan kondisi apa adanya. Kalo ngga siap, ya berdiam diri aja di kamar ber AC dirumah.

Aneka Cerita Solo Touring 2024 Kalsel - Jabar

Malah, pada touring yang ke 3 beberapa tahun lalu, saya sempat tidur di polsek kog, karena waktu yang diperlukan hanya sedikit untuk sekedar rehat, sehingga tanggung kalo harus masuk hotel. Intinya, selama SPBU 24 jam dan banyak masjid 24 jam, jangan takut untuk melakukan perjalanan jauh seperti ini.

Ok kita rundown berapa bea saya solo touring kali ini, dihitung dari kota asal Banjarmasin, hingga pulang kembali ke Banjarmasin.

Bea Transportasi + Bahan Bakar Selama Touring

Kapal Banjarmasin – Surabaya Rp 945.000 (R2 + penumpang) – Kapal Surabaya – Banjarmasin Rp 1.125.000 (R2 + penumpang) – Bahan Bakar Pertalite 9 kali isi X 70.000 = Rp 630.000, sehingga totalnya adalah  Rp 2.700.000,-

Aneka Cerita Solo Touring 2024 Kalsel - Jabar

Kenapa bea kapal pertama lebih murah daripada yang kedua ? untuk yang kedua saya memilih kelas VIP sedangkan yang pertama saya memilih kelas 1

Bea Akomodasi

Bea penginapan selama touring saya totalkan aja, yaitu menginap selama 20 hari, yaitu 1 malam di Semarang, 4 malam di Karawang, 1 malam di Bandung, 2 malam di Yogyakarta, 5 malam di Malang dan seminggu di Surabaya dengan total sekitar Rp 2.380.000.

Aneka Cerita Solo Touring 2024 Kalsel - Jabar

Di malang dan Surabaya agak lama menginap, karena ada urusan pribadi juga, jadi sebenarnya akan lebih murah kalo hanya dihitung momen touringnya saja yang mungkin hanya menginap 1 – 2 malam.

Bea Makan

Untuk bea makan, saya totalkan saja, sudah termasuk bea kopi di kapal, kopi rehat diperjalanan yang rata rata bisa 2-3x per trip. Makan dihitung 3x perhari, di total perjalanan touring saya selama 21 hari, yaitu sekitar Rp 1.495.000

Sehingga, kalo di akumulasikan semua, bea solo touring yang saya lakukan selama 21 hari kemarin mulai dari Kalsel – Jatim – Jateng dan Jabar adalah sebesar Rp 6.575.000.

Aneka Cerita Solo Touring 2024 Kalsel - Jabar

Tentu saya juga menyediakan spare bujet lebih untuk jaga jaga selama perjalanan, misal terjadi hal hal yang tidak dinginkan, misal kerusakan mesin, ganti ban, atau sekedari service ke bengkel.

Kesimpulan

Touring ini adalah perjalanan yang membutuhkan kondisi badan yang fit, mengingat kita duduk di atas motor dengan durasi yang lama dan diterpa cuaca dan panas selama perjalanan. Sehingga kebugaran badan diperlukan disamping kita juga menyiapkan beberapa suplemen atau mungkin herbal untuk selama perjalanan.

Yang saya rasakan pribadi, alhamdulillah pinggang aman, hanya otot lengan dan paha atas yang lumayan pegel, mungkin karena ergonomi posisi stang ADV yang agak jauh seperti yang sudah saya bahas diatas.

Secara umum, setelah pulang dari perjalanan solo kemarin, hati puas dan lumayan fresh, karena cukup menikmati perjalanan dan banyak melewati medan dan area baru.

Jadi, kapan kamu touring solo ?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.