Teknik dasar jualan di instagram.

Bagaimana sebaiknya menggunakan teknik dasar jualan di Instagram? Saya pernah dengar, dan rasakan, kalo membuat akun fresh atau baru untuk jualan, sebaiknya akun diprivat dulu, jangan langsung terbuka. Kenapa ? Karena jelas, kalo orang-orang yang ingin melihat postingan kita, mau tidak mau harus memfollow kita terlebih dahulu khan ? itu 1 alasan.
Intinya, kita munculkan dulu rasa penasaran orang yang ingin tahu konten kita. Lha misalnya akunnya terbuka tanpa privat, gimana? Jelas orang lgs tahu isi konten kita, mereka langsung otw atau tekapeh ke postingan kita. Nah kalo saja mereka tidak suka atau tidak interest dengan postingan tsb, jelas mereka akan pergi atau lari. Artinya, kita sudah hilang 2 kesempatan, yaitu hilang calon prospek pelanggan dan prospek follower.

Nah ini merupakan salah satu teknik dasar jualan di instagram…

Oh ya, yang bisa di-private hanyalah akun personal ya, sedangkan akun bisnis tidak bisa. Berhubung ini berlaku untuk akun baru, jadi kayaknya tidak ada masalah, swap ke akun bisnis bisa dilakukan sewaktu waktu.

Kelebihan akun bisnis apa ? Kita bisa memasang iklan berbayar layaknya fb ad !! ituhhh…<

Ok lanjut,
Kemudian gunakan strategi Perbanyak Follower Tertarget, artinya apa ? Begini, tertarget adalah orang yang memiliki minat atau ketertarikan dgn produk yang kita sediakan / jual. Misalnya kita jualan kosmetik, maka jangan mencari follower dari komunitas otomotif. Walau mungkin saja mereka akan membeli produk kita. Tapi minimal sudah kita petakan bahwa peluangnya sangat kecil daripada kita membidik follower wanita yang sudah jelas keseharian mereka memakai kosmetik.

Kita akan melakukan aktivitas yang sangat mudah tapi saya rasa cukup dan cenderung sangat membosankan. Karena kita harus memfollow satu persatu akun orang yang prospektif terhadap penjualan (tertarget), dengan harapan mereka akan memfollow kita kembali kan ?(follow back).

Jangan lupa, setelah kita 1. memfollow mereka, dan 2. mereka follback kita, maka kita kudu musti harus wajib 3. unfollow mereka. Nah lho, kenapa ? tujuannya adalah untuk meningkatkan adanya kesan popularitas akun jualan kita

Coba lihat, akun akun populer, atau akun artis, atau publik figur, atau akun jualan yang sdh besar, adakah jumlah follower mereka lebih dikit dibanding jumlah following ?

Makanya, harus terapkan rumus Populer = Follower > Following, dengan kata lain, jumlah follower harus lebih banyak daripada jumlah following.

Nah kerjaan follow memfollow ini lumayan capek ya, tapi inilah langkah yang harus dijalani, tidak seindah masa bersama mantan kan ? Makanya saya sangat bersyukur dan berterima kasih sekali, mempunyai aplikasi dr mas Adhitya Tri Arifianto kemarin, yaitu gramposter, semua bisa serba otomatis dalam pengerjaan di Instagram. This is the coolest apps on this planet , lebay mode wkwkwkw. Kamu belum sempat beli ? kasian….

Sistem mem-follow ini harus dilakukan hati-hati, karena instagram mengawasi. Batasan follow yang diijinkanyaitu 60 akun per 10 menit. Dan batasan following maksimal = 7.500, seperti yang diungkapkan pihak instagram.

**Resiko kena penalty temporary atau banned permanent terhadap akun kalap melakukan following adalah resiko penumpang, sopir jangan dibawa bawa.

Silahkan cari follower tertarget berdasarkan hastag. Ketikkan di kolom pencarian menggunakan kata kunci produk kita. Lalu muncul postingan dari orang-orang yang menggunakan hastag yang sama dengan kata kunci. Lalu monggo follow mereka satu persatu, jangan dua perdua, atau tiga pertiga ya….ngga bakalan bisa!!

Ada yang lebih jozz markojoz lagi yaitu dengan memfollow followernya dari akun instagram yang memiliki niche / tema / topik serupa dengan produk jualan kita . Ini sama dengan teknik di twitter, dan lagi dan lagi dari ilmunya DDT1 dan 2nya mas Adhitya Tri Arifianto, sungkem huuu….. Artinya apa? bisa juga diterapkan ditwitter !!!

Dan kembali lagi deh, jangan berlebihan melakukan following dalam waktu singkat. Baca ** diatas ya…
Maksimal hastag yang bisa dicantumkan di instagram adalah 30 hastag. Usahakan 30 hastag ini sudah merupakan hastag berkualitas yang memiliki banyak pengguna dan dicari oleh banyak orang, mudah kan ?

Tentukan targetnya, mau jualan ke end user apa ke reseller ? kalo end user jualan jilbab biasanya hastag = “jilbabselfie” , “hijabbaru” , “jilbabkeren” dll.

Hindari hastag reseller seperti “hijabmurah”, “jilbabgrosir” dll, kecuali kita mau menyasar keduanya !

Kemudian,… kita harus tahu kompetitor. Periksa akun mereka, cek harga jualnya dan domisili. Jika produk yang dijual masih lebih mahal dari harga jual produk kita, bisa jadi pemilik akun itu adalah reseller. Bisa dicoba untuk menawarkan sebagai supplier mereka. Invite adminnya, basa basi dikit sebagai perkenalan , kemudian HAJARdengan mencoba ajukan penawaran untuk mensupplai produk pada mereka.

Jangan lupa kita harus sesekali memberikan like terhadap foto orang-orang yang ada di timeline. Bukan karena kita menyukai foto mereka, akan tetapi bertujuan untuk meningkatkan awareness(kesadaran) mereka bahwa akun instagram Anda aktif, bukan fake account !! Jangan lupa juga kasih komentar, yang simple aja, atau sekedar memuji.

Ingat !! kita adalah akun jualan, jangan sampai terkesan exclusive, jual mahal, atau terkesan anti sosial, yang biasanya seperti mastah mastah yang kadang kita komenin, tapi ngga mau reply

Dibikin senatural mungkin deh, create hubungan lebih dekat dengan follower. Karena follower ini pangsa pasar. Semua itu karena follower, Semua itu karena dia, Oh tuhan kucinta dia, Ku sayang dia, rindu dia, Inginkan dia…. lhooo

Jangan juga sekali-kali jualan di foto orang lain. Kadang menawarkan jualan atau promosi dengan berkomentar di foto orang lain adalah salah satu tindakan spamming yang akan berakibat fatal terhadap kelangsungan akun. TAPI, ini masih saya lakukan, karena akun saya bukan akun jualan full, banyak alay-nya …
HIDUP SPAMMER !!!

Nah karena ini akun baru, masih minim postingan dan follower, silahkan deh posting sebanyak banyaknya, cuman perhatikan, masalah waktu, ada isitilah waktu premium !

Jam 05.00 s.d 06.00 adalah waktu potensial, saat itu orang-orang belum terlalu sibuk dengan aktivitas pribadi. Pukul 11.00 – 12.00 waktu mereka istirahat kerja (dan ini juga bisa diterapkan di twitter), dan ;

Pukul 17.00 s.d 22.00 malam hari adalah waktu paling leluasa untuk menggunakan gadget mereka lebih sering. Kadang oarng menyebutnya“golden time”, waktu potensial untuk posting foto-foto produk yang menarik atau menjalankan strategi.

Tapi jam jam ini kadang tidak baku jika diterapkan ke Email Marketing, maksud saya, pengiriman email marketing kadang melangkahi pakem ini, sesuai pengalaman saya dikirimi email email dari para mastah.
Jangan cantumkan harga ! Tarik lagi penasaran orang terhadap produk kita. So mereka bisa invite BBM atau WA kita untuk detailnya.

Nah bagaimana supaya mereka tertarik dengan produk kita ? Apakah harga ? Jelas bukan, wong harga tidak tercantum khan ? Deksripsi produk harus jelas, meliputi warna, ukuran, atau deksripsi bahan. Usahakan gunakan image produk yang resolusi besar, jangan yg kecil, karena rentan akan blur dan pecah.

Lebih bagus jika hasil photo sendiri. Kemudian edit dengan penampilan se-profesional mungkin, eye catching, cetar, dahsyat dan keren. Tapi jangan menggunakan efek yang bisa merubah warna produk ya…. kata nenek berbahaya. Ngga bisa editing ? ngga mahir Photoshop ? Nanti saya jelaskan diakhir note ini ya

Jika sudah ada terjadi penjualan, silahkan minta testimoni mereka. Ngga usah pake fake testimoni, usahakan yang beneran aja. Jadi jika ada testimoni dari WA atau BBM, silahkan SS dan pajang di Insta.

Nah sekarang, apa yang disukai buyer secara psikologi terhadap seller ? Hal ini juga saya rasakan jika berbelanja di Marketplace Indonesia lho…

Yang pertama adalah:RAMAH, kadang closing transaksi terjadi bukan melulu karena murah, tetapi karena buyer merasa nyaman. Bangun kenyamanan dalam berkomuniaksi.

Yang kedua,RESPONSIF, ini bukan masalah theme WP ya, jika kita cepat menanggapi pertanyaan, buyer merasa kita serius berjualan dan menguasai produk, betul ? Gimana kalo kita bertanya, kemudian dijawab 2 hari kemudian ? Ada yang pengalaman gini ? Jadi usahakan kuasai Product Knowledgenya, walaupun kita masin sebagai dropship, pengetahuan produk wajib kita ketahui !!

Kemudian, masalah KONSISTEN, hal yang kadang masih susah saya praktekkan, iya kayak kamu juga !! ngga usah ketawa !! jadi, terus konsisten melakukan optimasi adalah kunci sukses berjualan di mana saja termasuk di instagram.

Konsisten itu tidak mudah, tetapi pikirkan kembali tujuan dari bisnis. Mungkin saja kita tidak punya passion tinggi dengan bisnis, tapi setiap orang memiliki passion yang sama tingginya terhadap uang. betull ???

Aplikasi buatan SkyFireApps yang dibagikan secara gratis di playstore google. Fungsi dari aplikasi ini adalah untuk memantau statistik instagram. Salah satu statistik yang harus Anda pantau adalah siapa saja orang yang sudah Anda follow akan tetapi tidak melakukan followback.

 

Silahkan Anda download aplikasinya, caranya: Ketik pada kota pencarian di playstore “Followers Insight for Instagram” pada saat memakai, aplikasi ini akan melakukan authorize ke akun Instagram kita.

Demikin itu saja share saya,

saya bukan pelaku online shop, ngga jualan juga di Instagram, hanya saya suka menjadi pelaku [baca:pembeli] dan suka mengamati dan membaca serta mencuri dengar sharing sharing dari mastah onlien shop yang ada di Timeline Facebook saya. Dan share artikel ini juga dirangkum dr berbagai sumber kog ya….

Udah…itu aja !! pegel euy