Internet marketing itu semi abu abu.

Apa itu internet marketing ?

Dalam searchenginejournal, juga disebutkan bahwa …

“Also called online marketing, it is the process of promoting a brand, products or services over the Internet. Its broad scope includes email marketing, electronic customer relationship management and any promotional activities that are done via wireless media”

Internet marketing itu semi abu abu.

Internet marketing

Yang kurang lebih artinya adalah :

Internet marketing juga disebut sebagai pemasaran online, yaitu proses usaha dalam mempromosikan sebuah merek, produk atau layanan melalui layanan Internet. Lingkup sarananya cukup luas meliputi pemasaran melalui email, manajemen hubungan bisnis antar pelanggan dan kegiatan promosi yang dilakukan melalui media digital.

Spesialisnya kita ketahui ada :

Web marketing yang bisa berupa toko online, affiliate marketing , website promotional atau informative (blog) , advertising secara online melalui search engines, dan organic search engine melalui search engine optimization (SEO).

Email marketing yang melakukan pemasaran melalui email kepada para calon prospektif buyer

Social media marketing yang menggunakan pemasaran dan promosi dengan menggunakan social networking seperti Facebook, Twitter, YouTube and Instagram dll.

Jika anda siap memasuki dunia internet marketing, maka anda harus siap dengan semua fenomena didalamnya. Internet marekting tidak melulu masalah bisnis, atau profit, tetapi ada beberapa item yang musti kita jalani dan atau kita hindari.

Sekali anda menyemplungkan diri, seiring waktu akan banyak hal hal yang kadang menjadi pro kontradikalangan para internet marketing. Arti pro kontra jelas permasalahan dalam hal setuju tidak setuju. Dan pada akhirnya masalah ini berpulang kembali ke masalah hati dan keyakinan pribadi.

pro kontra

pro kontra

Sering saya temukan permasalahan klasik seperti ini, seperti contoh masalah Scrape Data.

Di beberapa kalangan, scrape data ini adalah hal tabu, mengambil hak privasi seseorang, mencuri data, mengganggu domain pribadi dll. Karena apa? tidak sedikit data data dari internet bisa kita tarik untuk keperluan bisnis kita, misalnya seperti contoh, tarik email, tarik UID akun, tarik no telp dll

Nah, masalahnya adalah, bisnis ini tidak selalu masalah profit, tetapi juga masalah halal haram dan sorga neraka. Banyak kalangan, yang tidak setuju mengenai cara ini. Dan yang setuju pun cukup banyak.

Nah sekarang bagaimana kita memandangnya ?

Saya pernah berbicara dengan praktisi bisnis, yang kebetulan dari sisi agama, beliau cukup bagusmenurut saya. Tetapi justru metode grab atau scrape ini pun diajarkan.

Bentuknya seperti apa? Teknik yang dilakukan adalah meminta daftar no telp dari konter konter pulsa, dengan timbal balik sejumlah uang, misalnya seperti itu. Biasanya teknik ini digunakan untuk bisnis offline, dengan metode SMS marketing.

Nah, padahal no telp tsb adalah area privat, no mereka terdaftar dikonter pulsa adalah sebagai persetujuan mereka untuk dilakukan pengisian pulsa. Artinya, apakah mereka tahu kalo no mereka dipindahtangankan kepada pihak lain ?

Udah paham ? Ok….Coba kita lihat dari  sisi lainnya

Dalam email marketing, calon buyer sebelumnya sudah memberikan ijin dalam hal pengiriman promosi via email, karena mereka sebelumnya SUDAH memberikan ijin dalam bentuk pengisian kolom optin. Artinya mereka sadar sepenuhnya bahwa setelah itu, akan ada offer offer yang diberikan dari pihak marketing.

Kasus selama ini adalah, kadang ada yang melakukan scrape email dan melakukan blasting email dalam bentuk penawaran bisnis. Hal inilah yang sering menjadi perdebatan dan pernyinyiran selama ini.

Saya pernah membaca bahwa semua data dan tulisan yang terupload ke dunia maya, yang tidak melalui prosedur privat atau security, maka bisa diambil dan digunakan. Bahasa singkatnya, kita bebas menggunakan semua source yang kita temukan didalam internet, apapun itu, kecuali konten atau image atau data itu dilindungi oleh sebuah proteksi copyright, itu beda kasus.

So, akhirnya bagaimana ?

Kalo saya pribadi, akhirnya membuat sedikit benang merah, beberapa kasus yang terjadi, para praktisi internet marketing yang tidak bisa menerima masalah ini, adalah kebetulan email atau data mereka yg digunakan, maksudnya adalah, mereka sudah paham donk bagaimana alur email marketing, nah disaat tidak pernah melakukan pengisian optin email, tapi tiba tiba mereka menerima penawaran via email, jelas mereka akan bingung. “Lha kapan saya melakukan subscribe optin ke offer dia ?”

Pertanyaannya:

Apa yang terjadi  jika sang penerima email yang notabene emailnya yg di scrape adalah email orang awam ? Apakah mereka ngeh metode ini ?

Kesimpulan akhir menurut saya adalah, sangat sulit untuk membedakan mana area putih dan hitam di dunia ini. Malah cenderung abu abu.

Tulisan ini bukan bermaksud untuk menverifikasi bahwa hal ini lumrah dilakukan, sama sekali bukan…

Tetapi sekedar berbagi, bahwa masalah ini klasik sekali, laksana lingkaran setan yang tidak berujung pangkal

Semuanya terpulang kepada kita, jalan dan teknik mana yang akan kita pakai ?

Silahkan share jika bermanfaat ya