Tidak pernah saya merasakan sesedih ini kepada seorang kepala pemerintah, walaupun setingkat kotamadya. Bapak Nadjmi Adhani merupakan walikota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan.

Saya hanya merasa dekat secara emosianal dengan beliau, bukan tetangga, bukan keluarga, dan bukan orang yang sering berinteraksi dengan beliau, saya hanya warga beliau.

Hanya saja, sekitar setahun yang lalu, disaat saya mengurus surat kematian untuk alm ibunda saya di kelurahan, saya sempat melihat beliau sedang membersihkan trotoar disamping kelurahan (kalo tidak salah). Sempat bingung, karena beliau tanpa protokoler, bekerja sendiri memungut sampah di bahu jalan.

Begitu saya keluar parkiran kelurahan, beliau sempat menyapa saya pribadi sebentar, “sudah selesaikah urusannya ?” (urusannya sudah selesai ?)

Dan saya menjawab “sudah pak”, disaat itu beliau merespon “alhamdulillah”

walikota banjarbaru
walikota banjarbaru

Sepintas beberapa detik saya belum sadar siapa beliau itu. Diatas sepeda motor menuju rumah, saya sempat berpikir dan akhirnya sadar, bahwa beliau adalah Bapak Nadjmi Adhani, karena foto beliau beserta wawali terpampang sangat jelas di ruang keluarahan.

Di bulan April, beredar video beliau sedang conference call dengan semua camat dan lurah dari ruang kerja beliau. Dengan pesan khusus untuk serius dalam menanggulangi covid dan memperhatikan keluarga yang terimbas oleh pandemi ini.

Beliau juga berpesan, “bahwa covid ini bukan aib, karantina bukan keinginan kita, berikan kesadaran dan kepahaman kepada masyarakat, jangan sampai mereka menjauhi tetangganya yang terkena covid” ucap beliau.

Sekitar 2 minggu lalu pun santer beredar video beliau di Whatsapp group, yang menginfokan bahwa beliau berdua bersama istri positif covid setelah melakukan swab mandiri. Dan beliau berdua dirawat di RS Idaman Banjarbaru. Sepintas, saat itu beliau terlihat cendetung sehat, mampu duduk diatas bed rumah sakit, dan melakukan video dengan bahasa dan kalimat yang jelas, sangat tidak memperlihatkan bahwa beliau sakit.

Tepat Jumat kemarin 7/8/2020, disaat menunaikan sholat jumat di Masjid Hidayatul Muhajirin Banjarbaru, ada pengumuman di masjid, untuk mendoakan beliau yang saat itu sudah dpindah ke RSU Ulin Banjarmasin, mengingat semua fasilitas dan prasarana disana cukup lengkap.

Dan ternyata Allah berkehendak lain, saat saya membuka handphone paska subuh tadi, sudah banyak beredar informasi meninggalnya beliau di RSU Ulin Banjarmasin pada pukul 02.30.

Walikota Nadjmi Adhani, source : https://www.facebook.com/banjarbaru.dalamlensa

Selamat jalan pak, Selamat jalan Walikotaku….

Pian orang baik, pian disukai warga banjarbaru, Pian di cintai semua lapisan di Banjarbaru….

Pertanyaan singkat pian saat saya keluar dari kelurahan, sangat membekas pak….

Semoga husnul khatimah…

souce image, https://www.facebook.com/banjarbaru.dalamlensa